tchf

Zero Spread Account

Sunday, June 21, 2015

Tentang Harga Yang Ada Di Meta Trader Dan Aplikasi Penampil Harga Pertukaran Mata Uang (Forex Online)

Judulnya panjang amat, hehehe.....
Judul yang panjang dan gak penting bagi kebanyakan forex online trader apalagi bagi orang awam. Bagi kebanyakan forex online trader terasa tak penting karena gak ada sinyal sakti buy dan sell dimana? Apakah menjamin profit konsisten? Apakah yakin gak ada lossnya? Huahahahaha....

Gimana sih harga bisa tampil di mt4, ctrader, streamster dan aplikasi sejenis lainnya? Kenapa sih data yang ditampilkan antara satu broker dengan broker lain gak jauh beda, bahkan kadang sama persis? Apakah transaksi yang saya lakukan senilai $10 atau $5 gretongan bisa merubah harga? Atau hanyalah transaksi dalam ukuran superlot atau milyaran dollar yang bikin harga berubah?

Yap, itu pertanyaan yang kudu dicari, ketika seseorang ingin belajar trading online.

Di perdagangan mata uang antara sebuah pasangan mata uang dilakukan di pasar tertutup yang namanya Interbank Market. Interbank Market tidak seperti pasar tradisional yang antara penjual dan pembeli harus ketemu fisik, melainkan sebuah jaringan koneksi supercanggih yang saling terhubung antara pelaku pasar di Interbank Market, pelakunya adalah bank-bank central masing-masing negara dan bank-bank besar yang tergabung di Interbank Market

Lalu bagaimana mekanismenya?
______tobecontinues_____







Saturday, April 11, 2015

EURUSD 11 April 2015

Berdiri di C, saya mengamati wave up CD dengan area kesepakatan DE (shape greenyellow)
Berdiri di D saya mengamati wave down DE
Berdiri di D2 saya mengamati wave down D2E

Dari wave up CD, saya akan mengamati dibatas-batas area sideway pembentuk wave up CD yang masih bisa saya gunakan buat mengamati , yaitu di area sideway C1-C2, C3-C4, C5-C6, C7-C8, C9-C10 dan area lower area kesepakatannya yaitu di area titik E, untuk melakukan Open Posisi Buy

Dari wave down DE, saya akan mengamati dibatas -batas area sideway pembentuknya yang masih saya bisa gunakan untuk mengamati reaksi harga dibatas ini yaitu di area sideway D1-D2, D3-D4 untuk melakukan entry Sell

Dari wave down D2E saya mengamati reaksi harga di area-area sideway untuk saya gunakan untuk melakukan entry Sell

Friday, March 6, 2015

Step Belajar

Jam menunjukkan jam 09:57 wib di laptop saya, matahari lagi ceria, panasnya sangat menyengat.

Saya tuliskan kembali tulisan mentor yang belum pernah aku bertemu dengan beliau

Drentaga Lemurian 20/04/2014 12:51

Saya hanya ingin mengingatkan:

Data Harga adalah cerminan langsung dari perilaku pelaku pasar dalam bertransaksi. Perilaku pelaku pasar dalam bertransaksi itu juga adalah cerminan langsung dari segala alasan yang mereka gunakan untuk membuat keputusan transaksi.

Nah, untuk memahami perilaku pelaku pasar dalam bertransaksi maka jalan yang paling mungkin kita lakukan saat ini adalah menggalinya dari data harga yang ada.

Jadi untuk itu maka kita perlu terlebih dahulu 'Menterjemahkan' data harga tersebut ke 'Bahasa' yang bisa kita mengerti. Setelah kita menterjemahkannya maka langkah selanjutnya adalah 'Membaca' hasil terjemahan tersebut.

Setelah membacanya, maka langkah selanjutnya adalah kita berusaha memahami apa yang kita baca tersebut. Setelah kita memahaminya, maka kita akan memanfaatkan apa yang kita pahami tersebut sesuai tujuan-tujuan yang kita inginkan.

Jadi, kalau kita sebagai traders maka apa yang kita pahami dari data harga yg kita baca tersebut akan kita manfaatkan untuk menyusun strategi trading yang akan kita lakukan lah.

POINTnya... saat ini anda semua sedang belajar....
so perhatikan step-step nya...

KONYOL kan kalau anda saat ini sedang belajar menterjemahkan lalu melangkah ke step strategi. Kalau mau saklek... saat ini anda semua sedang ada di tahap belajar Menterjemahkan. Tahapan paling dasar. Jadi dalam belajar itu SADARI POSISI ANDA ADA DI STEP MANA SAAT INI.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, March 4, 2015

Analisa USDJPY 04 Maret 2015

Belajar menganalisa USDJPY

Malam ini, saya coba membaca data harga USDJPY yang tersaji di mt4 saya jam 22:02 wib.

Dari titik I, saya melihat harga saat ini sedang berada pada area kesepakatan J-K, dimana J sebagai Lower CA (area kesepakatan bawah) IJ, dan K sebagai Upper CA (area kesepakatan atas) IJ. Sela harga tidak bergerak dibawah low J dan Hi K, maka masing-masing pelaku pasar akan nyaman bertransaksi di area kesepakatan ini.

Sedangkan dari low wave orange yang saya tarik garis berlabel SL, saya melihat area kesepakatan saat ini ada di hi I sebagai UCA dan lo J sebagai LCA, selama harga berada di area ini maka area kesepakatan IJ masih valid.

Satu hal yang saya belajar merubah mindset saya, bahwa di sini, saya berniat berbisnis. Dan menurut mentor saya, dalam berbisnis itu, yang diukur pertama itu risk. Jadi kalau melangkah ke Open Posisi (OP) yang diukur pertama kali itu risknya, So, setelah pengukuran data harga, selanjutnya yang dilakukan adalah, lakukan OP sedekat mungkin dengan batas failed ketika harga bergerak tidak sesuai analisa.

Friday, January 9, 2015

Trik Mudah Profit di Trading

Gini lho cara Open Posisi di base acuan BBMA-nya Kang Gun,
Cara mudah OP ini saya kutip di thread master piece nya forexindo Belajar Menganalisa Chart ala KG
Syaratnya pandai menahan diri menunggu set up DOANG



QuoteOriginally Posted by sulamet View Post
assalammu'alaikum Wr. Wb

Selamat sore kang,,

setelah hampir 2 minggu mempelajari teori kang-Gun,, hasilnya sungguh luar biasa, hampir 90 % TP kena. mungkin trik trik berikut bisa dibuat acuan teman teman disini :
 
1.saya selalu open sell/buy searah dengan trend besarnya ( mingguan/bulanan)
2.setelah ketahuan trend besarnya kemudian saya mencari kondisi MA yang flat
3.menunggu harga menembus/mantul di BB sd1 /sd2 MA yg flat
4 op pada posisi harga sdh melewati/mantul di BB tersebut (sesuai dg trend besarnya )
5.TP1 biasanya saya menggunakan batas BB sd2/MA yg terdekat,klo seluruh batas MA sudah terlewati,saya baru memasang indikator KG Standard Dev 1.1 untuk TP selanjutnya.

demikian trik- trik yang saya jalankan selama ini.
mohon koreksi dr Kang Gun dan teman-teman disini
Terutama buat Kang Gun terima kasih atas Ilmunya kang
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
http://www.forexindo.com/forum/images/smilies/ym/3.gifhttp://www.forexindo.com/forum/images/smilies/ym/65.gifAlaikumussalam wr. wb.

90% hmmmm selamat bro... welcome to KG Worlds 
But seharusnya 100%... masih ada PR 10% berarti kalo dengan cara ini hehehehe....

OK.. cara yang bro pake itu adalah cara yang sangat aman.. tetapi untuk Trend Besar yang digunakan adalah arah Trend Besar yang sedang DALAM KONDISI TRENDING jangan gunakan arah Trend Besar yang sedang dalam Kondisi FLAT.

Cara ini membutuhkan kesabaran untuk menahan diri bro... bayangkan ketika harga bergerak berlawanan dengan Trend besar (Weekly atau Monthly) mungkin puluhan bahkan ratusan pips.. kita harus menelan ludah melihat nya tetapi rules yang bro tetapkan tidak mengharuskan OP... hehehehehehe good berarti sudah mulai bisa menahan diri heuheuheu

Cool... i proud of you bro...

Nah.. kalo sudah mahir dengan cara yang bro gunakan.. coba amati bagaimana bro bisa juga mengambil keuntungan ketika harga bergerak tidak searah dengan Trend Besar acuan yang bro tetapkan.. gunakan pemahaman yang sudah saya bagikan... kalo sudah paham coba latih... we'll see then hehehe

KG



"simple saya OP ketika M5, M15, M30 dan H1 searah dengan H4"...maaf kang
saya blm mengerti ini,cara mulai OP nya...cara ini apakah blm telat kang u/ OP kang? ...
dan apakah hrus berurutan kang,dimulai dr M5 ke H1??

mohon dikoreksi kang ,n juga senior2 yg laen..
mohon maaf kl ada kata2 yg tdk dimengerti,slnya ada istilah yg sdikit beda dg forex lokal...tp maksudnya sama lhoo

hatur nuhun kang

Maksudnya H4 saya jadikan acuan... Jadi jika H4 dalam kondisi TRENDING saya masuk hanya jika M5,M15,M30 dan H1 searah dengan H4 dimana sebelumnya M5,M15,M30 dan H1 dalam kondisi Flat atau berlawanan Trendingnya dengan H4. Tetapi jika H4 Flat saya masuk menggunakan prinsip BB Flat... dengan panduan arah dari M5,M15,M30 atau H1.

KG

 

Please ini bukan analisa sepotong-sepotong... dan kita tidak selalu HARUS OP disetiap MA yang FLAT.. TETAPI OP kita lakukan sebaiknya di posisi MA yang FLAT... DAN OP KITA LAKUKAN BERDASARKAN HASIL ANALISA BAHWA SEKARANGLAH SAATNYA BUY ATAU SELL DI BB YANG FLAT !!!

Sunday, October 19, 2014

Seni Membaca Harga

Menyadur tulisan bersambung dari tutorial archive di lemurianfx.com berikut saya file kan untuk pembelajaran saya pribadi dari tulisan Kang Gun



Menganalisa pergerakan harga sebenarnya pekerjaan yang gampang-gampang susah menurut saya sih. Di lihat sepintas pekerjaan ini terlihat mudah dan gampang dikerjakan, tetapi ketika dilakukan mulai deh kerasa bahwa menganalisa itu ternyata tidak segampang yang terlihat. Apalagi ketika kita mulai mengaplikasikan hasil analisa tersebut secara langsung, Penyimpangan sedikit saja di realita dapat menyebabkan kita mulai meragukan hasil analisa yang kita lakukan. Padahal kalau kita mau berpikir sedikit logis saja, maka penyimpangan yang terjadi di realita itu adalah hal wajar. Selama penyimpangan yang terjadi itu masih berada dalam batas-batas yang bisa kita tolerir. Itulah mengapa di awal, saya bilang pekerjaan ini adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah.

Harga secara sederhana terbentuk sebagai hasil kesepakatan antara pihak yang menawarkan dan pihak yang mengambil penawaran tersebut. Ada dua pihak yang terlibat lah dalam proses terbentuknya harga ini, bahasa kampungnya ada penjual yang nawarin barang dengan nilai penawaran tertentu dan ada pembeli yang menyepakati nilai yang ditawarkan si penjual tadi. Ketika mereka sepakat, maka terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli ini. Nah, nilai penawaran yang disepakati dalam transaksi inilah yang kemudian diartikan sebagai harga.

Nah, begitu juga dengan jual-beli atau tukar-menukar mata uang. Tukar-menukar mata uang ini terjadi antara sebuah bank yang menawarkan mata uang tertentu dan sebuah bank yang mengambil penawaran tersebut. Misalnya neh, Bank A menawarkan mata uang usd yang dimilikinya sebanyak $1.000.000 untuk ditukar dengan mata uang jpy dengan nilai penawaran 110 usd/jpy. Bank B katakanlah lagi pengen banget punya mata uang usd dan kebetulan Bank B punya mata uang jpy. Nah, ketika Bank B menerima (menyetujui atau menyepakati) penawaran yang ditawarkan Bank A maka terjadilah transaksi antara Bank A dan Bank B. Nah, saat transaksi terjadi maka Bank B akan menerima mata uang sebanyak $1.000.0000 dan Bank A akan menerima mata uang jpy sebanyak 110 usd/jpy dikalikan $1.000.000 atau sama dengan 110.000.000 Yen. Nah, nilai penawaran yang ditransaksikan tadi itulah yang kemudian menjadi harga atau nilai tukar antara mata uang usd dan jpy, yaitu sebesar 110 usd/jpy.

Patokan nilai tukar mata uang yang digunakan saat ini adalah nilai tukar yang berasal dari Interbank Market. Interbank Market ini cuman istilah doang lah, istilah untuk tempat dimana proses jual-beli atau tukar-menukar mata uang antar bank berlangsung. Jangan dipikir Interbank Market ini seperti pasar tradisional yah? Berbeda, sangat berbeda tempatnya. Interbank Market ini selalu bersih dan gak ada bau busuk tercium kalau kita kesana. Interbank Market ini sebenarnya hanyalah seperangkat program yang terhubung keseluruh bank yang bergabung di jaringan Interbank Market tersebut. Ada banyak jaringan Interbank Market yang saat ini beroperasi antara lain: Reuters, Bloomberg, EBS dan lain sebagainya.

Nah, melalui jaringan komunikasi Interbank Market inilah bank-bank yang memiliki mata uang tertentu dapat mempublikasikan penawarannya. Penawaran mata uang tersebut kemudian akan tampil diseluruh jaringan komputer Interbank Market, sehingga bank-bank yang membutuhkan mata uang tertentu dapat melihat penawaran yang ditawarkan tersebut. Dengan sistem jaringan elektronis yang disediakan Interbank Market ini, maka proses tukar-menukar mata uang antar bank yang tersebar di seluruh dunia menjadi lebih mudah dan berlangsung real time, meskipun delivery mata uang fisiknya diterima maksimal dua hari kemudian.

Jadi nilai tukar mata uang yang selama ini kita lihat ditampilkan bank-bank yang seringkali kita kunjungi, sebenarnya mengikuti nilai tukar yang terbentuk di Interbank Market. Bank-bank tersebut tidak menentukan sendiri nilai tukar mata uang atau kurs yang ditawarkan ke client-client nya, tetapi menggunakan patokan nilai tukar mata uang yang terbentuk di Interbank Market untuk menentukan nilai kurs nya masing-masing. Itulah mengapa kurs atau nilai tukar yang ditawarkan bank-bank untuk nasabahnya selalu sedikit lebih tinggi selisihnya dari kurs atau nilai tukar yang terbentuk di Interbank Market, karena bagaimanapun juga bank-bank tersebut akan mengambil keuntungan dari layanan penukaran mata uang yang dilakukannya.

(Seni Membaca Harga (Bagian 1)) linknya disini
------------------
Perubahan nilai tukar mata uang yang terjadi di Interbank Market sangat fluktuatif sekali. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat kebutuhan mata uang oleh bank-bank di seluruh dunia. Fluktuasi inilah yang membuka peluang bisnis di perdagangan mata uang. Logika nya sederhana, terjadinya perbedaan nilai tukar dari waktu ke waktu tentunya akan menyebabkan adanya selisih nilai tukar. Nah, jika selisih perbedaan nilai tukarnya positif maka mata uang yang kita miliki tentunya akan memiliki nilai lebih tinggi dan sebaliknya jika selisih perbedaan nilai tukarnya negatif maka mata uang yang kita miliki nilainya akan lebih rendah.

Contoh gampangnya gini deh. Katakanlah saya punya mata uang rupiah sebesar 12 milyar rupiah, lalu kurs atau nilai tukar usd/idr hari ini adalah 12.000. Misalkan hari ini saya menukarkan mata uang rupiah ke usd dengan kurs 12.000 maka saya akan memperoleh mata uang usd sebanyak 1 juta dollar. Lalu katakanlah besoknya kurs usd/idr menjadi 13.000, nah jika saya menukarkan mata uang dollar saya yang sebanyak 1 juta dollar ke mata uang rupiah maka saya akan memiliki uang sebanyak 13 milyar rupiah. Artinya ada selisih positif sebesar 1 milyar rupiah dengan naiknya kurs atau nilai tukar usd/idr. Sebaliknya jika besoknya ternyata kurs usd/idr menjadi 11.000, maka jika saya menukarkan uang 1 juta dollar tersebut ke mata uang rupiah artinya saya akan mendapatkan selisih negatif karena mata uang rupiah yang saya dapatkan menjadi hanya 11 milyar rupiah. Ada selisih negatif sebesar 1 milyar dikarenakan turunnya nilai kurs usd/idr.

Nah dengan terjadinya perubahan kurs atau nilai tukar ini, maka disana ada peluang untuk mendapatkan selisih lah dan ini berarti ada peluang untuk mendapatkan keuntungan di sana. Keberadaan peluang untuk mendapatkan untung inilah yang menjadikan perdagangan mata uang menjadi sebuah bisnis. Dan perubahan kurs atau nilai tukar yang sangat fluktuatif, justru semakin meningkatkan ketertarikan orang untuk memanfaatkan peluang tersebut, karena itu berarti bahwa potensi terjadinya selisih kurs semakin besar. Inilah salah satu alasan mengapa bisnis perdagangan mata uang menjadi begitu menarik. Dan bahkan bank-bank pun selain melakukan tukar-menukar mata uang untuk melayani kebutuhan nasabah-nasabahnya, juga seringkali ikut memanfaatkan perubahan kurs ini untuk meningkatkan keuntungannya.

Bisnis perdagangan mata uang adalah salah satu bisnis dengan perputaran uang terbesar saat ini. Pemain utama di bisnis ini tentu saja adalah bank-bank besar yang tergabung di dalam Interbank Market yang melayani dan menfasilitasi proses tukar-menukar mata uang antar bank diseluruh dunia. Naik-Turunnya nilai tukar mata uang yang menjadi patokan seluruh bank-bank di dunia tergantung transaksi-transaksi tukar-menukar mata uang di Interbank Market. Sederhananya, berapapun nilai tukar yang ditransaksikan di Interbank Market saat itu, maka nilai tukar atau kurs itulah yang akan menjadi patokan.

Nah, sampai disini kita ‘ngeh sekarang lah bahwa kurs atau nilai tukar mata uang yang kita lihat di chart, yang selama ini kita gunakan sebagai data untuk analisa sebenarnya adalah data yang berasal dari transaksi-transaksi tukar-menukar mata uang yang terjadi di Interbank Market. Data transaksi inilah salah satu produk dari sistem jaringan di Interbank Market. Bank-bank yang tergabung di Interbank Market memiliki data ini yang diberikan oleh Interbank Market secara real time. Nah, bank-bank yang tergabung di Interbank Market ini kan memiliki nasabah-nasabah yang bukan hanya sifatnya personal tapi juga fund company, brokers dan lain sebagainya. Broker sebagai perantara yang bekerjasama dengan bank, menggunakan data kurs ini untuk melayani bisnis perdagangan mata uang online. Contohnya broker yang anda gunakan saat ini lah, jika broker yang anda gunakan adalah broker yang terdaftar dan memiliki izin maka broker tersebut pastinya menginduk ke sebuah atau beberapa bank tertentu.

(Seni Membaca Harga (Bagian 2)) linknya disini
-------------------


Sekarang kita akan melihat sedikit lebih dalam tentang bagaimana proses berlangsungnya transaksi tukar-menukar mata uang di Interbank Market. Seperti telah saya singgung sedikit di atas, proses perdagangan mata uang di Interbank Market hampir-hampir mirip lah dengan apa yang terjadi di pasar tradisonal. Hanya bedanya, di Interbank Market antara bank yang ingin saling bertukar mata uang tidak melakukan proses tawar-menawar dengan mengadu mulut seperti pembeli dan penjual di pasar tradisional lah.

Di Interbank Market gak ada namanya istilah ‘menawar’ dengan beradu mulut lah, tetapi para penjual atau para pemilik mata uang yang ingin menukarkan mata uang yang dimilikinya akan membuat penawaran dan menampilkannya di sistem jaringan komputer Interbank Market. Penawaran ini lengkap dengan jumlah atau nominal mata uang yang ingin ditukarkan dan di nilai tukar berapa mereka menawarkannya.

Nah, Interbank Market ini kan anggotanya banyak banget dan bank yang ingin menawarkan atau menukarkan mata uang yang dimilikinya juga banyak, maka Nilai Penawaran yang tampil di jaringan komputer Interbank Market juga sangat banyak. Nilai penawaran yang ditampilkan terdiri dari beragam mata uang, jumlah dan nilai tukar yang ditawarkan yang berasal dari bank-bank yang berbeda. Nah, bank-bank yang membutuhkan mata uang tertentu dengan tampilan penawaran ini akan termudahkan, karena bank-bank ini tinggal mencari penawaran mata uang yang dibutuhkannya dan melakukan transaksi dengan yang menawarkan tersebut jika nilai tukar dan jumlah mata uang yang dibutuhkannya sesuai dan disepakatinya.

Ketika sebuah bank yang membutuhkan mata uang tertentu menemukan penawaran yang disepakatinya lalu terjadi transaksi pada nilai tukar yang ditawarkan, maka saat itu juga nilai tukar mata uang yang ditransaksikan tersebut akan menjadi patokan di Interbank Market. Ketika nilai tukar tersebut menjadi patokan di Interbank Market, maka seketika itu tampilan nilai tukar patokan pasangan mata uang tertentu yang ada di jaringan komputer Interbank Market akan berubah.

Sekarang bayangkan, transaksi yang terjadi di Interbank Market itu hitungannya bukan menit lagi tetapi dalam per detiknya bisa terjadi puluhan bahkan ratusan transaksi. Artinya nilai tukar patokan pasangan mata uang tertentu di Interbank Market juga akan berubah secepat transaksi demi transaksi yang terjadi saat itu. Itulah sebabnya kenapa ketika kita mengamati data nilai tukar mata uang tertentu di broker yang kita gunakan, kita melihat harga atau nilai tukarnya berubah-ubah setiap saat.

(Seni Membaca Harga (Bagian 3))linknya disini
--------------------
Dengan mengetahui uraian sederhana tentang proses transaksi yang terjadi di Interbank Market tadi, sekarang setidaknya kita sudah punya gambaran bahwa yang memegang peranan penting dalam proses transaksi tersebut adalah Nilai Penawaran yang ditawarkan di Interbank Market. Bank-bank yang mebutuhkan mata uang dan mencarinya di Interbank Market, tentunya akan mencari nilai penawaran – nilai penawaran yang sesuai dengan kebutuhannya dan tentu saja nilai tukar yang ditawarkan juga sesuai dengan kemampuannya atau bank tersebut bisa menerimanya lah.

Tanpa bermaksud menampik peran minat pelaku pasar dalam proses terjadinya sebuah transaksi di Interbank Market, saya melihat bahwa nilai penawaran yang ditawarkan di Interbank Market inilah yang sesungguhnya memegang kendali dalam mengarahkan kemana nilai tukar atau harga akan bergerak. Logikanya, seberapa besarpun minat pelaku pasar yang membutuhkan mata uang tertentu, maka tetap bank-bank tersebut harus melihat nilai penawaran yang ada atau ‘bermain’ dengan nilai penawaran.

Sederhananya begini, misalkan ada Bank A yang membutuhkan USD dan memiliki JPY dalam jumlah besar berniat atau ingin menukarkan mata uang JPY nya menjadi mata uang USD. Langkah pertama yang dilakukan si Bank A ini kan tentunya melihat nilai penawaran di Interbank Market. Bank A akan mencari penawaran yang menawarkan USD untuk ditukarkan dengan JPY tentunya. Di Interbank Market itu yang menawarkan USD nya untuk ditukarkan dengan JPY pastinya sangatlah banyak.

Nah, si Bank A tentunya harus memilih penawaran mana yang akan diambilnya, dan logika paling simplenya si Bank A pasti memilih penawaran yang menguntungkannya. Penawaran yang paling menguntungkan untuk si Bank A tentunya yang nilai tukar USD/JPY nya paling rendah. Nah, jika Bank A setuju dan mau menerima nilai penawaran yang termurah tadi, maka tentunya akan terjadilah transaksi tukar menukar mata uang antara Bank A dan bank yang menawarkan termurah tadi.

Dari sini terlihat bahwa nilai penawaran memiliki kemampuan untuk mengendalikan pergerakan nilai tukar pasangan mata uang tertentu. Dan bukan rahasia lagi bahwa bank-bank yang ada di Interbank Market itu saling berusaha untuk mengendalikan nilai tukar pasangan mata uang tertentu, menggunakan atau bermain-main dengan nilai penawaran – nilai penawaran yang ditawarkannya di Interbank Market.

Dengan pemahaman ini, maka sekarang kita paham bahwa nilai tukar pasangan mata uang tertentu yang tampil di chart kita atau saya seringkali menyebutnya sebagai ‘harga’, sebenarnya adalah nilai penawaran yang disepakati atau diterima oleh pelaku pasar lain saat itu di Interbank Market. Artinya di atas atau di bawah harga saat ini sebenarnya masih ada nilai-nilai penawaran yang belum disepakati dan mungkin saja kemudian akan ada pelaku pasar yang menyepakati atau menerima nilai penawaran itu.

Dan ketika harga terbentuk di chart kita maka kita juga tahu bahwa harga tersebut adalah nilai penawaran terbaik atau yang paling menguntungkan saat itu bagi si pelaku pasar yang mengambilnya. Karena kita tahu bahwa pelaku pasar yang mengambil atau menerima nilai penawaran yang ditawarkan akan mengambil nilai penawaran yang paling menguntungkan baginya saat itu.

(Seni Membaca Harga (Bagian 4)) linknya disini
----------------

Hal yang sedikit penting untuk diketahui tentang transaksi yang terjadi di Interbank Market adalah bahwa pihak yang mengambil atau menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan di Interbank Market, artinya menyepakati transaksi untuk seluruh jumlah mata uang dengan nilai tukar yang ditawarkan. Jadi tidak ada istilahnya nyicil lah. Misal Bank A menawarkan mata uang USD nya sebanyak $1 juta untuk ditukarkan dengan mata uang JPY pada nilai tukar 102 USD/JPY. Lalu katakan ada Bank B yang punya JPY setuju dengan nilai tukar tersebut, tapi cuman pengen nukerin senilai $500.000 dari $1 juta yang ditawarkan. Nah, ini tidak bisa dilakukan di Interbank Market karena ada regulasi yang mengaturnya lah. Jadi pihak yang akan mengambil nilai penawaran yang ditawarkan di Interbank Market, harus menyepakati seluruh jumlah mata uang dan nilai tukar yang ditawarkan.

Sekarang kita akan mencoba sedikit berimaginasi. Anda semua pastinya sudah pernah melihat data harga di chart kan? Nah, jika kita amati dengan seksama maka kita akan menemukan bahwa harga itu seolah-olah bergerak dalam arah yang bergantian dari waktu ke waktu. Sekarang naik selama berjam-jam, lalu kemudian mencapai harga tertinggi tertentu kemudian bergerak turun kembali dan berlangsung berjam-jam. Setelah mencapai harga terendah tertentu kemudian harga itu terlihat kembali bergerak naik. Waktunya bervariasi lah, kadang berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu tapi juga ada yang hanya beberapa menit.

Ketika kita melihat kenyataan ini maka pertanyaan kita tentunya adalah, mengapa harga setelah mencapai harga tertinggi tersebut lalu bergerak turun? Atau mengapa harga setelah mencapai titik terendah tersebut lalu bergerak naik?. Di luaran sana anda akan menemukan jawaban yang sangat banyak mengapa hal ini bisa terjadi, dari jawaban yang sangat ilmiah sampai jawaban yang berbau klenik pun ada. Gak percaya? Searching aja deh.

Sekarang kita akan coba jawab pertanyaan tersebut dengan apa yang sudah kita pahami mengenai proses transaksi di Interbank Market. Ingat, harga terbentuk karena terjadinya transaksi di Interbank Market. Artinya harga terbentuk saat ada bank yang menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan saat itu, pada nilai tukar yang sesuai atau sama dengan harga yang terbentuk lah. Tetapi berapa jumlah mata uang yang ditransaksikan kita gak tahu. Nah, mengapa Bank yang menyepakati nilai penawaran tersebut memilih nilai penawaran tersebut kita tidak tahu alasannya, tetapi kita tahu bahwa nilai tukar tersebut adalah nilai tukar yang paling menguntungkan bagi Bank tersebut di saat itu.

Sekarang saya ulangi, harga terbentuk karena adanya transaksi di Interbank Market. Transaksi terjadi karena ada bank yang menyepakati sebuah nilai penawaran yang ditawarkan saat itu. Dan kita tahu bahwa saat itu juga ada nilai penawaran yang ditawarkan di atas dan di bawah nilai penawaran yang disepakati tersebut. Nah, harga yang ditransaksikan ini akan menjadi harga tertinggi jika setelah transaksi tersebut terjadi, tidak ada lagi nilai penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi tadi yang disepakati atau diterima oleh bank-bank yang ada di Interbank Market. Atau harga yang ditransaksikan tadi akan menjadi harga terendah jika setelah transaksi tersebut terjadi, tidak ada lagi nilai penawaran yang ditawarkan di bawah harga terendah tadi yang diterima atau disepakati lah.

Dari pendekatan proses transaksi yang terjadi di Interbank Market maka sekarang kita tahu bahwa Harga Tertinggi (Highest Price) terbentuk karena tidak ada lagi bank-bank yang mau menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi tersebut. Sebaliknya Harga Terendah (Lowest Price) terbentuk karena tidak ada lagi bank-bank yang mau menerima atau menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan di bawah harga terendah tersebut.

Nah, pertanyaan lanjutannya sekarang. Kok bisa seluruh bank-bank yang ada di Interbank Market, semuanya sepakat tidak mau menerima atau menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi atau di bawah harga terendah tersebut?. Logikanya kan setiap bank punya kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Lha kok bisa barengan begitu sepakatnya?. Logikanya sederhana, pasti ada sesuatu yang membuat seluruh bank-bank yang ada di interbank Market saat itu beranggapan bahwa nilai penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi saat itu sudah tidak layak untuk disepakati atau nilai penawaran yang ditawarkan di bawah harga terendah saat itu sudah tidak layak untuk disepakati.

(Seni Membaca Harga (Bagian 5)) linknya disini
____

Bersambung.................