Menyadur tulisan bersambung dari tutorial archive di lemurianfx.com berikut saya file kan untuk pembelajaran saya pribadi dari tulisan Kang Gun
Menganalisa pergerakan
harga sebenarnya pekerjaan yang gampang-gampang susah menurut saya sih.
Di lihat sepintas pekerjaan ini terlihat mudah dan gampang dikerjakan,
tetapi ketika dilakukan mulai deh kerasa bahwa menganalisa itu ternyata
tidak segampang yang terlihat. Apalagi ketika kita mulai mengaplikasikan
hasil analisa tersebut secara langsung, Penyimpangan sedikit saja di
realita dapat menyebabkan kita mulai meragukan hasil analisa yang kita
lakukan. Padahal kalau kita mau berpikir sedikit logis saja, maka
penyimpangan yang terjadi di realita itu adalah hal wajar. Selama
penyimpangan yang terjadi itu masih berada dalam batas-batas yang bisa
kita tolerir. Itulah mengapa di awal, saya bilang pekerjaan ini adalah
pekerjaan yang gampang-gampang susah.
Harga secara sederhana terbentuk sebagai
hasil kesepakatan antara pihak yang menawarkan dan pihak yang mengambil
penawaran tersebut. Ada dua pihak yang terlibat lah dalam proses
terbentuknya harga ini, bahasa kampungnya ada penjual yang nawarin
barang dengan nilai penawaran tertentu dan ada pembeli yang menyepakati
nilai yang ditawarkan si penjual tadi. Ketika mereka sepakat, maka
terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli ini. Nah, nilai
penawaran yang disepakati dalam transaksi inilah yang kemudian diartikan
sebagai harga.
Nah, begitu juga dengan jual-beli atau
tukar-menukar mata uang. Tukar-menukar mata uang ini terjadi antara
sebuah bank yang menawarkan mata uang tertentu dan sebuah bank yang
mengambil penawaran tersebut. Misalnya neh, Bank A menawarkan mata uang
usd yang dimilikinya sebanyak $1.000.000 untuk ditukar dengan mata uang
jpy dengan nilai penawaran 110 usd/jpy. Bank B katakanlah lagi pengen
banget punya mata uang usd dan kebetulan Bank B punya mata uang jpy.
Nah, ketika Bank B menerima (menyetujui atau menyepakati) penawaran yang
ditawarkan Bank A maka terjadilah transaksi antara Bank A dan Bank B.
Nah, saat transaksi terjadi maka Bank B akan menerima mata uang sebanyak
$1.000.0000 dan Bank A akan menerima mata uang jpy sebanyak 110 usd/jpy
dikalikan $1.000.000 atau sama dengan 110.000.000 Yen. Nah, nilai
penawaran yang ditransaksikan tadi itulah yang kemudian menjadi harga
atau nilai tukar antara mata uang usd dan jpy, yaitu sebesar 110
usd/jpy.
Patokan nilai tukar mata uang yang digunakan saat ini adalah nilai tukar yang berasal dari Interbank Market. Interbank Market
ini cuman istilah doang lah, istilah untuk tempat dimana proses
jual-beli atau tukar-menukar mata uang antar bank berlangsung. Jangan
dipikir Interbank Market ini seperti pasar tradisional yah? Berbeda, sangat berbeda tempatnya. Interbank Market ini selalu bersih dan gak ada bau busuk tercium kalau kita kesana. Interbank Market
ini sebenarnya hanyalah seperangkat program yang terhubung keseluruh
bank yang bergabung di jaringan Interbank Market tersebut. Ada banyak
jaringan Interbank Market yang saat ini beroperasi antara lain: Reuters, Bloomberg, EBS dan lain sebagainya.
Nah, melalui jaringan komunikasi Interbank Market
inilah bank-bank yang memiliki mata uang tertentu dapat mempublikasikan
penawarannya. Penawaran mata uang tersebut kemudian akan tampil
diseluruh jaringan komputer Interbank Market, sehingga
bank-bank yang membutuhkan mata uang tertentu dapat melihat penawaran
yang ditawarkan tersebut. Dengan sistem jaringan elektronis yang
disediakan Interbank Market ini, maka proses tukar-menukar mata uang antar bank yang tersebar di seluruh dunia menjadi lebih mudah dan berlangsung real time, meskipun delivery mata uang fisiknya diterima maksimal dua hari kemudian.
Jadi nilai tukar mata uang yang selama
ini kita lihat ditampilkan bank-bank yang seringkali kita kunjungi,
sebenarnya mengikuti nilai tukar yang terbentuk di Interbank Market.
Bank-bank tersebut tidak menentukan sendiri nilai tukar mata uang atau
kurs yang ditawarkan ke client-client nya, tetapi menggunakan patokan
nilai tukar mata uang yang terbentuk di Interbank Market untuk
menentukan nilai kurs nya masing-masing. Itulah mengapa kurs atau nilai
tukar yang ditawarkan bank-bank untuk nasabahnya selalu sedikit lebih
tinggi selisihnya dari kurs atau nilai tukar yang terbentuk di Interbank Market, karena bagaimanapun juga bank-bank tersebut akan mengambil keuntungan dari layanan penukaran mata uang yang dilakukannya.
------------------
Perubahan nilai tukar mata uang yang
terjadi di Interbank Market sangat fluktuatif sekali. Hal ini
dikarenakan tingginya tingkat kebutuhan mata uang oleh bank-bank di
seluruh dunia. Fluktuasi inilah yang membuka peluang bisnis di
perdagangan mata uang. Logika nya sederhana, terjadinya perbedaan nilai
tukar dari waktu ke waktu tentunya akan menyebabkan adanya selisih nilai
tukar. Nah, jika selisih perbedaan nilai tukarnya positif maka mata
uang yang kita miliki tentunya akan memiliki nilai lebih tinggi dan
sebaliknya jika selisih perbedaan nilai tukarnya negatif maka mata uang
yang kita miliki nilainya akan lebih rendah.
Contoh gampangnya gini deh. Katakanlah
saya punya mata uang rupiah sebesar 12 milyar rupiah, lalu kurs atau
nilai tukar usd/idr hari ini adalah 12.000. Misalkan hari ini saya
menukarkan mata uang rupiah ke usd dengan kurs 12.000 maka saya akan
memperoleh mata uang usd sebanyak 1 juta dollar. Lalu katakanlah
besoknya kurs usd/idr menjadi 13.000, nah jika saya menukarkan mata uang
dollar saya yang sebanyak 1 juta dollar ke mata uang rupiah maka saya
akan memiliki uang sebanyak 13 milyar rupiah. Artinya ada selisih
positif sebesar 1 milyar rupiah dengan naiknya kurs atau nilai tukar
usd/idr. Sebaliknya jika besoknya ternyata kurs usd/idr menjadi 11.000,
maka jika saya menukarkan uang 1 juta dollar tersebut ke mata uang
rupiah artinya saya akan mendapatkan selisih negatif karena mata uang
rupiah yang saya dapatkan menjadi hanya 11 milyar rupiah. Ada selisih
negatif sebesar 1 milyar dikarenakan turunnya nilai kurs usd/idr.
Nah dengan terjadinya perubahan kurs
atau nilai tukar ini, maka disana ada peluang untuk mendapatkan selisih
lah dan ini berarti ada peluang untuk mendapatkan keuntungan di sana.
Keberadaan peluang untuk mendapatkan untung inilah yang menjadikan
perdagangan mata uang menjadi sebuah bisnis. Dan perubahan kurs atau
nilai tukar yang sangat fluktuatif, justru semakin meningkatkan
ketertarikan orang untuk memanfaatkan peluang tersebut, karena itu
berarti bahwa potensi terjadinya selisih kurs semakin besar. Inilah
salah satu alasan mengapa bisnis perdagangan mata uang menjadi begitu
menarik. Dan bahkan bank-bank pun selain melakukan tukar-menukar mata
uang untuk melayani kebutuhan nasabah-nasabahnya, juga seringkali ikut
memanfaatkan perubahan kurs ini untuk meningkatkan keuntungannya.
Bisnis perdagangan mata uang adalah
salah satu bisnis dengan perputaran uang terbesar saat ini. Pemain utama
di bisnis ini tentu saja adalah bank-bank besar yang tergabung di dalam
Interbank Market yang melayani dan menfasilitasi proses tukar-menukar
mata uang antar bank diseluruh dunia. Naik-Turunnya nilai tukar mata
uang yang menjadi patokan seluruh bank-bank di dunia tergantung
transaksi-transaksi tukar-menukar mata uang di Interbank Market.
Sederhananya, berapapun nilai tukar yang ditransaksikan di Interbank
Market saat itu, maka nilai tukar atau kurs itulah yang akan menjadi
patokan.
Nah, sampai disini kita ‘ngeh sekarang
lah bahwa kurs atau nilai tukar mata uang yang kita lihat di chart, yang
selama ini kita gunakan sebagai data untuk analisa sebenarnya adalah
data yang berasal dari transaksi-transaksi tukar-menukar mata uang yang
terjadi di Interbank Market. Data transaksi inilah salah satu produk
dari sistem jaringan di Interbank Market. Bank-bank yang tergabung di
Interbank Market memiliki data ini yang diberikan oleh Interbank Market
secara real time. Nah, bank-bank yang tergabung di Interbank Market ini
kan memiliki nasabah-nasabah yang bukan hanya sifatnya personal tapi
juga fund company, brokers dan lain sebagainya. Broker sebagai perantara
yang bekerjasama dengan bank, menggunakan data kurs ini untuk melayani
bisnis perdagangan mata uang online. Contohnya broker yang anda gunakan
saat ini lah, jika broker yang anda gunakan adalah broker yang terdaftar
dan memiliki izin maka broker tersebut pastinya menginduk ke sebuah
atau beberapa bank tertentu.
-------------------
Sekarang kita akan
melihat sedikit lebih dalam tentang bagaimana proses berlangsungnya
transaksi tukar-menukar mata uang di Interbank Market. Seperti telah
saya singgung sedikit di atas, proses perdagangan mata uang di Interbank
Market hampir-hampir mirip lah dengan apa yang terjadi di pasar
tradisonal. Hanya bedanya, di Interbank Market antara bank yang ingin
saling bertukar mata uang tidak melakukan proses tawar-menawar dengan
mengadu mulut seperti pembeli dan penjual di pasar tradisional lah.
Di Interbank Market gak ada namanya
istilah ‘menawar’ dengan beradu mulut lah, tetapi para penjual atau para
pemilik mata uang yang ingin menukarkan mata uang yang dimilikinya akan
membuat penawaran dan menampilkannya di sistem jaringan komputer
Interbank Market. Penawaran ini lengkap dengan jumlah atau nominal mata
uang yang ingin ditukarkan dan di nilai tukar berapa mereka
menawarkannya.
Nah, Interbank Market ini kan anggotanya
banyak banget dan bank yang ingin menawarkan atau menukarkan mata uang
yang dimilikinya juga banyak, maka Nilai Penawaran yang tampil di
jaringan komputer Interbank Market juga sangat banyak. Nilai penawaran
yang ditampilkan terdiri dari beragam mata uang, jumlah dan nilai tukar
yang ditawarkan yang berasal dari bank-bank yang berbeda. Nah, bank-bank
yang membutuhkan mata uang tertentu dengan tampilan penawaran ini akan
termudahkan, karena bank-bank ini tinggal mencari penawaran mata uang
yang dibutuhkannya dan melakukan transaksi dengan yang menawarkan
tersebut jika nilai tukar dan jumlah mata uang yang dibutuhkannya sesuai
dan disepakatinya.
Ketika sebuah bank yang membutuhkan mata
uang tertentu menemukan penawaran yang disepakatinya lalu terjadi
transaksi pada nilai tukar yang ditawarkan, maka saat itu juga nilai
tukar mata uang yang ditransaksikan tersebut akan menjadi patokan di
Interbank Market. Ketika nilai tukar tersebut menjadi patokan di
Interbank Market, maka seketika itu tampilan nilai tukar patokan
pasangan mata uang tertentu yang ada di jaringan komputer Interbank
Market akan berubah.
Sekarang bayangkan, transaksi yang
terjadi di Interbank Market itu hitungannya bukan menit lagi tetapi
dalam per detiknya bisa terjadi puluhan bahkan ratusan transaksi.
Artinya nilai tukar patokan pasangan mata uang tertentu di Interbank
Market juga akan berubah secepat transaksi demi transaksi yang terjadi
saat itu. Itulah sebabnya kenapa ketika kita mengamati data nilai tukar
mata uang tertentu di broker yang kita gunakan, kita melihat harga atau
nilai tukarnya berubah-ubah setiap saat.
--------------------
Dengan mengetahui uraian sederhana
tentang proses transaksi yang terjadi di Interbank Market tadi, sekarang
setidaknya kita sudah punya gambaran bahwa yang memegang peranan
penting dalam proses transaksi tersebut adalah Nilai Penawaran yang
ditawarkan di Interbank Market. Bank-bank yang mebutuhkan mata uang dan
mencarinya di Interbank Market, tentunya akan mencari nilai penawaran –
nilai penawaran yang sesuai dengan kebutuhannya dan tentu saja nilai
tukar yang ditawarkan juga sesuai dengan kemampuannya atau bank tersebut
bisa menerimanya lah.
Tanpa bermaksud menampik peran minat
pelaku pasar dalam proses terjadinya sebuah transaksi di Interbank
Market, saya melihat bahwa nilai penawaran yang ditawarkan di Interbank
Market inilah yang sesungguhnya memegang kendali dalam mengarahkan
kemana nilai tukar atau harga akan bergerak. Logikanya, seberapa
besarpun minat pelaku pasar yang membutuhkan mata uang tertentu, maka
tetap bank-bank tersebut harus melihat nilai penawaran yang ada atau
‘bermain’ dengan nilai penawaran.
Sederhananya begini, misalkan ada Bank A
yang membutuhkan USD dan memiliki JPY dalam jumlah besar berniat atau
ingin menukarkan mata uang JPY nya menjadi mata uang USD. Langkah
pertama yang dilakukan si Bank A ini kan tentunya melihat nilai
penawaran di Interbank Market. Bank A akan mencari penawaran yang
menawarkan USD untuk ditukarkan dengan JPY tentunya. Di Interbank Market
itu yang menawarkan USD nya untuk ditukarkan dengan JPY pastinya
sangatlah banyak.
Nah, si Bank A tentunya harus memilih
penawaran mana yang akan diambilnya, dan logika paling simplenya si Bank
A pasti memilih penawaran yang menguntungkannya. Penawaran yang paling
menguntungkan untuk si Bank A tentunya yang nilai tukar USD/JPY nya
paling rendah. Nah, jika Bank A setuju dan mau menerima nilai penawaran
yang termurah tadi, maka tentunya akan terjadilah transaksi tukar
menukar mata uang antara Bank A dan bank yang menawarkan termurah tadi.
Dari sini terlihat bahwa nilai penawaran
memiliki kemampuan untuk mengendalikan pergerakan nilai tukar pasangan
mata uang tertentu. Dan bukan rahasia lagi bahwa bank-bank yang ada di
Interbank Market itu saling berusaha untuk mengendalikan nilai tukar
pasangan mata uang tertentu, menggunakan atau bermain-main dengan nilai
penawaran – nilai penawaran yang ditawarkannya di Interbank Market.
Dengan pemahaman ini, maka sekarang kita
paham bahwa nilai tukar pasangan mata uang tertentu yang tampil di
chart kita atau saya seringkali menyebutnya sebagai ‘harga’, sebenarnya
adalah nilai penawaran yang disepakati atau diterima oleh pelaku pasar
lain saat itu di Interbank Market. Artinya di atas atau di bawah harga
saat ini sebenarnya masih ada nilai-nilai penawaran yang belum
disepakati dan mungkin saja kemudian akan ada pelaku pasar yang
menyepakati atau menerima nilai penawaran itu.
Dan ketika harga terbentuk di chart kita
maka kita juga tahu bahwa harga tersebut adalah nilai penawaran terbaik
atau yang paling menguntungkan saat itu bagi si pelaku pasar yang
mengambilnya. Karena kita tahu bahwa pelaku pasar yang mengambil atau
menerima nilai penawaran yang ditawarkan akan mengambil nilai penawaran
yang paling menguntungkan baginya saat itu.
----------------
Hal yang sedikit penting untuk diketahui
tentang transaksi yang terjadi di Interbank Market adalah bahwa pihak
yang mengambil atau menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan di
Interbank Market, artinya menyepakati transaksi untuk seluruh jumlah
mata uang dengan nilai tukar yang ditawarkan. Jadi tidak ada istilahnya
nyicil lah. Misal Bank A menawarkan mata uang USD nya sebanyak $1 juta
untuk ditukarkan dengan mata uang JPY pada nilai tukar 102 USD/JPY. Lalu
katakan ada Bank B yang punya JPY setuju dengan nilai tukar tersebut,
tapi cuman pengen nukerin senilai $500.000 dari $1 juta yang ditawarkan.
Nah, ini tidak bisa dilakukan di Interbank Market karena ada regulasi
yang mengaturnya lah. Jadi pihak yang akan mengambil nilai penawaran
yang ditawarkan di Interbank Market, harus menyepakati seluruh jumlah
mata uang dan nilai tukar yang ditawarkan.
Sekarang kita akan mencoba sedikit
berimaginasi. Anda semua pastinya sudah pernah melihat data harga di
chart kan? Nah, jika kita amati dengan seksama maka kita akan menemukan
bahwa harga itu seolah-olah bergerak dalam arah yang bergantian dari
waktu ke waktu. Sekarang naik selama berjam-jam, lalu kemudian mencapai
harga tertinggi tertentu kemudian bergerak turun kembali dan berlangsung
berjam-jam. Setelah mencapai harga terendah tertentu kemudian harga itu
terlihat kembali bergerak naik. Waktunya bervariasi lah, kadang
berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu tapi juga ada yang hanya
beberapa menit.
Ketika kita melihat kenyataan ini maka
pertanyaan kita tentunya adalah, mengapa harga setelah mencapai harga
tertinggi tersebut lalu bergerak turun? Atau mengapa harga setelah
mencapai titik terendah tersebut lalu bergerak naik?. Di luaran sana
anda akan menemukan jawaban yang sangat banyak mengapa hal ini bisa
terjadi, dari jawaban yang sangat ilmiah sampai jawaban yang berbau
klenik pun ada. Gak percaya? Searching aja deh.
Sekarang kita akan coba jawab pertanyaan
tersebut dengan apa yang sudah kita pahami mengenai proses transaksi di
Interbank Market. Ingat, harga terbentuk karena terjadinya transaksi di
Interbank Market. Artinya harga terbentuk saat ada bank yang
menyepakati nilai penawaran yang ditawarkan saat itu, pada nilai tukar
yang sesuai atau sama dengan harga yang terbentuk lah. Tetapi berapa
jumlah mata uang yang ditransaksikan kita gak tahu. Nah, mengapa Bank
yang menyepakati nilai penawaran tersebut memilih nilai penawaran
tersebut kita tidak tahu alasannya, tetapi kita tahu bahwa nilai tukar
tersebut adalah nilai tukar yang paling menguntungkan bagi Bank tersebut
di saat itu.
Sekarang saya ulangi, harga terbentuk
karena adanya transaksi di Interbank Market. Transaksi terjadi karena
ada bank yang menyepakati sebuah nilai penawaran yang ditawarkan saat
itu. Dan kita tahu bahwa saat itu juga ada nilai penawaran yang
ditawarkan di atas dan di bawah nilai penawaran yang disepakati
tersebut. Nah, harga yang ditransaksikan ini akan menjadi harga
tertinggi jika setelah transaksi tersebut terjadi, tidak ada lagi nilai
penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi tadi yang disepakati
atau diterima oleh bank-bank yang ada di Interbank Market. Atau harga
yang ditransaksikan tadi akan menjadi harga terendah jika setelah
transaksi tersebut terjadi, tidak ada lagi nilai penawaran yang
ditawarkan di bawah harga terendah tadi yang diterima atau disepakati
lah.
Dari pendekatan proses transaksi yang terjadi di Interbank Market maka sekarang kita tahu bahwa Harga Tertinggi (Highest Price)
terbentuk karena tidak ada lagi bank-bank yang mau menyepakati nilai
penawaran yang ditawarkan di atas harga tertinggi tersebut. Sebaliknya
Harga Terendah (Lowest Price) terbentuk karena tidak ada lagi
bank-bank yang mau menerima atau menyepakati nilai penawaran yang
ditawarkan di bawah harga terendah tersebut.
Nah, pertanyaan lanjutannya sekarang.
Kok bisa seluruh bank-bank yang ada di Interbank Market, semuanya
sepakat tidak mau menerima atau menyepakati nilai penawaran yang
ditawarkan di atas harga tertinggi atau di bawah harga terendah
tersebut?. Logikanya kan setiap bank punya kepentingan dan kebutuhannya
masing-masing. Lha kok bisa barengan begitu sepakatnya?. Logikanya
sederhana, pasti ada sesuatu yang membuat seluruh bank-bank yang ada di
interbank Market saat itu beranggapan bahwa nilai penawaran yang
ditawarkan di atas harga tertinggi saat itu sudah tidak layak untuk
disepakati atau nilai penawaran yang ditawarkan di bawah harga terendah
saat itu sudah tidak layak untuk disepakati.
____
Bersambung.................